Sejarah Program Studi

gedung-fkip-2

Jurusan/Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala ini dibuka pertama sekali pada tahun 1962/1963. Pada saat itu, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia bernama Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia dan berada di bawah Fakultas Keguruan Unsyiah. Pada tahun 1983, terjadi penggabungan antara Fakultas Keguruan dan Fakultas Ilmu Pendidikan yang kemudian melahirkan fakultas baru, yaitu Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Unsyiah. Sejak itu, Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berubah menjadi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Pada tahun 1996 dengan keluarnya Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Depdikbud Nomor: 207/DIKTI/KEP/1996, tanggal 11 Juli 1996, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia berubah menjadi Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia, dan Daerah. Program studi ini bersama dengan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris berada di bawah naungan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni(PBS). Selanjutnya, pada 10 Mei 1993 didirikan Program Studi Seni, Drama, Tari, dan Musik (Sendratasik) dengan SK Dirjen Dikti No. 317/DIKTI/KEP/1993.

Berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi No. 207/DIKTI/KEP/96, tanggal 11 Juli 1996, program studi yang dibawahi oleh Jurusan PBS terdiri atas Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, dan Program Studi Sendratasik. Sejak keluarnya SK Rektor Unsyiah No. 402 Tahun 2008, tentang Perubahan nama-nama program studi dalam lingkungan Unsyiah, Program Studi Pendidikan Bahasa, Sastra Indonesia dan Daerah berubah menjadi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia disingkat PBSI.

Program Studi PBSI diselenggarakan atas dasar Surat Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonsesia No. 0534/0/1983 tanggal 8 Desember 1983 dan Surat Keputusan Dirjen Dikti No. 207/DIKTI/Kep/1996 tanggal 11 Juli 1996, dan Akreditasi BAN-PT No: 08741/Ak-X-SI-005/USNPLD/VI/2006 dengan nilai akreditasi B. penyelenggaraan pendidikan pada Program Studi PBSI didukung oleh sumber daya staf pengajar yang memenuhi kualifikasi sebagai staf pengajar di perguruan tinggi. Pada 2004 sampai dengan 2005 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia menerima Program Hibah Kompetensi.
Rencana Strategis (Renstra) 2015‐2019 Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala ini disusun sebagai upaya mewujudkan perencanaan program pengembangan fakultas yang berkualitas dan berkelanjutan. Dalam pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Kesatuan Republik Indonesia Tahun 1945 dinyatakan bahwa salah satu tujuan negara adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan merupakan hak asasi setiap warga negara Indonesia dan untuk itu setiap warga negara Indonesia berhak memperoleh pendidikan yang bermutu sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya tanpa memandang status sosial, ras, etnis, agama, dan gender.

Pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan akan membuat warga negara Indonesia memiliki kecakapan hidup (life skills) sehingga mendorong tegaknya pembangunan manusia seutuhnya serta masyarakat madani dan modern yang dijiwai nilai-nilai Pancasila. Menteri Pendidikan Nasional sebagai penanggung jawab sistem pendidikan nasional bertekad mewujudkan cita-cita luhur tersebut dengan mengacu pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2010–2014 dan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) Tahun 2005-2025. Berdasarkan RPJPN tersebut, Departemen Pendidikan Nasional menyusun Rencana Pembangunan Pendidikan Nasional Jangka Panjang (RPPNJP) 2005-2025, seperti yang tertuang di dalam Permendiknas Nomor 32 Tahun 2005, tentang Renstra Depdiknas Tahun 2005-2009. Rencana tersebut dijabarkan ke dalam empat tema pembangunan pendidikan, yaitu tema pembangunan I (2005-2009) terfokus pada peningkatan kapasitas dan modernisasi; tema pembangunan II (2010-2015) terfokus pada penguatan pelayanan; tema pembangunan III (2015-2020) terfokus pada daya saing regional dan tema pembangunan IV (2020-2025) terfokus pada daya saing internasional. Tema pembangunan dan penetapan tahapan tersebut selanjutnya perlu disesuaikan dengan RPJPN 2005-2025 dan RPJMN 2010-2014 serta perkembangan kondisi yang akan datang. Sesuai dengan garis kebijakan Universitas Syiah Kuala dan FKIP Universitas Syiah Kuala, maka Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) pada kurun waktu lima tahun mendatang masih tetap memprioritaskan sumber daya manusia yang dilandasi pada tiga pilar pendidikan nasional, meliputi (1) perluasan akses pendidikan, (2) peningkatan mutu dan relevansi, serta (3) penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.